Pelumas Terkadang Diperlukan Saat Intim

yhhaaang..., tombolku ditekan dong yaanng...... Salah satu kendala yang mungkin terjadi ketika sedang bercinta adalah kurangnya pelumas atau cairan lubrikan yang fungsinya memudahkan Mr. P ketika menjelajah ke wilayah pribadi Anda. Nah, bagaimana cara menyiasati agar hubungan intim tetap berjalan tanpa hambatan? Simak yang satu ini.

Pelumas, atau cairan lubrikan alamiah (yang berasal dari cairan lubrikasi yang keluar pada saat seorang wanita telah terangsang) maupun cairan pelumas buatan lainnya yang diyakini dapat memperlancar acara bercinta dengan pasangan.

Namun tak selamanya cairan yang keluar dari Miss. V cukup banyak untuk membantu kelancaran proses penetrasi. Mengingat hal itu, kini banyak ditawarkan pelumas buatan di berbagai apotik maupun supermarket. Untuk pria, penggunaan cairan lubrikan yang dianjurkan adalah lubrikan yang mempunyai bahan dasar minyak, air, atau silikon. Sedangkan untuk wanita dianjurkan menggunakan cairan lubrikan yang berbahan dasar air. Sebab air besar kemungkinannya dapat menghindari infeksi pada Miss. V. Untuk keduanya, penggunaan cairan lubrikan maupun minyak sebaiknya jangan berlebihan – dalam arti secukupnya saja, dan lebih baik lagi kalau cairan lubrikan ini hanya dioleskan tipis-tipis saja.

Namun, seiring dengan makin bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka fungsi cairan lubrikan pun semakin bertambah. Kini cairan lubrikan tersebut mempunyai fungsi baru yang bisa dikategorikan penting, yaitu ketika seseorang menghadapi ancaman berbagai jenis virus seksual, seperti yang sudah kita kenal di antaranya sifilis, Penyakit Menular Seksual (PMS), dan yang lebih bahaya yaitu AIDS, dan penyakit-penyakit seksual lainnya.

Tetapi, bagaimanapun cairan lubrikan ini tidak dapat menggantikan fungsi kondom dalam hal perlindungan terhadap serangan virus HIV. Karena kondom masih tetap diyakini sebagai alat pencegah nomor satu yang paling ampuh. Dengan mengoleskan beberapa jenis zat pelicin yang terdapat dalam pelumas, telah membuktikan keampuhannya dalam melawan virus tersebut.

Terlebih lagi, hal ini diperkuat oleh sejumlah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dan ahli sex dari Universitas di Valveston, Texas, Amerika Serikat, sebagaimana telah dikaji ulang dan diungkapkan dalam AIDS Research and Human Retrovirus. Bahwa telah ditemukan cairan lubrikan (seperti yang berlabel Astroglide, Silken Secret dan Vagisil) dipastikan akan dapat menurunkan jumlah sel-sel darah putih yang terinfeksi virus HIV, maupun virus HIV yang terdapat di dalam sperma.

Dalam uji coba tersebut ditemukan bahwa sejumlah sel yang sudah tertular virus HIV menurun lebih dari seribu kali lipat. Di samping itu, sel-sel yang mengandung virus pun mati di dalam hitungan lima menit. Padahal dibutuhkan sekitar 30 menit bagi virus tersebut untuk menulari sel-sel permukaan Miss V atau anus.

Diketahui pula bahwa cairan lubrikan tersebut masih sanggup melawan virus sampai delapan jam lamanya, meskipun ia telah menyerap panas tubuh hingga 37 derajat Celcius. Dalam arti, cairan lubrikan tersebut masih tetap efektif jauh sesudah dioleskan. Bahkan, cairan lubrikan tersebut masih tetap ampuh membunuh virus HIV meski telah dicairkan hingga empat kali lipat.

Seorang peneliti, Samuel Baron, menjelaskan bahwa pelumas seperti itu besar manfaatnya di zaman sekarang ini. Karena makin banyaknya kaum muda melakukan sex bebas dan aktif yang dikhawatirkan tertular virus HIV. Selain itu, cairan lubrikan tersebut dapat dijadikan harapan untuk manusia, selama masih belum ditemukannya vaksin yang sanggup membunuh penyakit mematikan tersebut.

>>>Link ini Jangan Diklik Ya Entar nyesal deh Kalu Lihatnya

No comments:

Post a Comment

Baca Juga:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...